SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide, gagasan, dan inovasi melalui Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) UNAIR Tahun 2026. Pendaftaran kompetisi ini dibuka pada 19 hingga 27 Juli 2026 dan ditujukan bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi menjawab berbagai permasalahan di masyarakat melalui karya ilmiah, KIM UNAIR 2026 hadir sebagai sarana bagi mahasiswa untuk menuangkan pemikiran kritis sekaligus solutif, melalui kompetisi ini, mahasiswa didorong untuk melakukan riset, berpikir secara solutif, dan menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Penyelenggaraan kompetisi ini berangkat dari pandangan bahwa universitas tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu di dalam kelas. Lebih dari itu, perguruan tinggi merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kompetisi Ilmiah Mahasiswa menjadi salah satu cara untuk mewujudkan fungsi tersebut, yakni memberi panggung agar kemampuan akademik mahasiswa tidak berhenti di ruang kuliah.

Periode pendaftaran yang berlangsung pada 19 hingga 27 Juli 2026 memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri. Panitia berharap mahasiswa memanfaatkan rentang waktu tersebut untuk menyusun gagasan, membentuk tim bila diperlukan, dan melengkapi persyaratan yang ditetapkan. Mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan diharapkan mengambil bagian, sebab persoalan di masyarakat umumnya bersifat kompleks dan membutuhkan sudut pandang yang beragam.

Kompetisi ilmiah dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter akademik mahasiswa, dalam prosesnya peserta dilatih mengidentifikasi masalah, menelaah literatur, merumuskan pertanyaan penelitian, dan menyampaikan hasil pemikirannya secara runtut. Kemampuan ini bukan hanya berguna untuk lomba, tetapi juga menjadi bekal ketika mahasiswa menyelesaikan tugas akhir, memasuki dunia kerja, maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, ada tiga kata kunci yang menonjol dari semangat KIM UNAIR 2026, yaitu riset, solusi, dan dampak. Riset menjadi fondasi karena setiap gagasan perlu dibangun di atas data, kajian, dan metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Solusi menjadi arah karena karya yang dihasilkan diharapkan menawarkan jawaban atas persoalan yang nyata, dampak menjadi tujuan akhir karena karya ilmiah yang baik semestinya bermanfaat bagi lingkungan sekitar peserta. Lazimnya, peserta kompetisi ilmiah memulai dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Persoalan yang dijumpai sehari-hari, baik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, teknologi, maupun lingkungan, dapat menjadi titik awal sebuah gagasan. Dari sana, peserta menguji apakah persoalan tersebut layak diteliti, apa yang sudah dilakukan orang lain, dan bagian mana yang masih bisa dikembangkan. Pendekatan inilah yang membuat karya ilmiah mahasiswa tidak sekadar teoretis, tetapi juga membumi. Kompetisi seperti KIM juga menjadi ruang bertemunya mahasiswa dengan teman sebaya yang memiliki minat serupa. Pertukaran ide, perdebatan sehat, dan kritik yang membangun menjadi bagian dari pengalaman yang memperkaya cara pandang peserta. Tidak jarang, gagasan yang lahir dari sebuah kompetisi berkembang menjadi penelitian lanjutan, program pengabdian masyarakat, atau inovasi yang dimanfaatkan lebih luas.

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *