SURABAYA — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Airlangga (UNAIR). Kontingen mahasiswa dari Fakultas Vokasi UNAIR berhasil menorehkan tinta emas dalam ajang bergengsi Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI Tahun 2026. Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Vokasi UNAIR 2026, sebuah predikat kehormatan yang mengapresiasi keunggulan akademik, daya cipta inovatif, serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Kemenangan yang diraih pada gelaran OLIVIA XI 2026 tersebut tidak didapatkan secara instan. Keberhasilan ini merupakan puncak dari rangkaian proses panjang yang melibatkan riset mendalam, latihan intensif, serta pembinaan berkesinambungan yang diberikan oleh pihak fakultas dan jajaran dosen pembimbing. Kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh ratusan perguruan tinggi vokasi dari seluruh pelosok Tanah Air ini menyajikan persaingan yang sangat ketat di berbagai cabang kompetisi, mulai dari teknologi terapan, karya tulis ilmiah, hingga inovasi bisnis digital. Dekan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian gemilang yang diraih oleh para mahasiswanya. Menurut beliau, gelar Mahasiswa Berprestasi ini adalah bukti konkret bahwa pendidikan vokasi di UNAIR mampu melahirkan sumber daya manusia yang handal, unggul, kompetitif, serta siap menjawab tantangan industri masa depan yang kian kompleks dan dinamis. ‘Kami mengucapkan selamat dan rasa bangga yang tak terhingga kepada seluruh pemenang OLIVIA XI Tahun 2026. Kerja keras, dedikasi tanpa kenal lelah, dan semangat juang yang tak pernah padam dari para mahasiswa akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan seluruh keluarga besar almamater. Prestasi ini bukan hanya sebuah piala atau piagam penghargaan, melainkan representasi dari kualitas dan komitmen vokasi UNAIR dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul,’ ujar Dekan Fakultas Vokasi UNAIR saat memberikan keterangannya di Kampus B UNAIR, Surabaya. Ajang OLIVIA XI 2026 sendiri dirancang untuk menguji sejauh mana mahasiswa vokasi mampu menerapkan teori-teori terapan ke dalam solutif-solutif nyata yang dapat diimplementasikan di dunia kerja maupun masyarakat. Kontingen Vokasi UNAIR tampil menonjol berkat gagasan inovatif yang dinilai sangat aplikatif, relevan dengan perkembangan zaman, serta memiliki dampak sosial yang terukur secara jelas. Lebih lanjut, pihak pimpinan fakultas berharap agar momen kemenangan di OLIVIA XI 2026 ini tidak membuat para mahasiswa berpuas diri. Keberhasilan ini diimbau untuk dijadikan sebagai batu pijakan pertama untuk meraih capaian-capaian yang lebih besar di tingkat nasional maupun internasional pada masa mendatang. ‘Semoga torehan prestasi ini menjadi langkah awal bagi adik-adik mahasiswa untuk terus berkarya, menginspirasi lingkungan sekitar, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Teruslah mengasah potensi, berprestasi tanpa batas, serta senantiasa membawa nama baik almamater Universitas Airlangga ke panggung reputasi yang lebih tinggi,’ tambah beliau. Antusiasme atas kemenangan ini juga disambut hangat oleh seluruh mahasiswa Fakultas Vokasi UNAIR. Dukungan moral dan fasilitas peragatan yang disediakan oleh fakultas terbukti menjadi kunci keberhasilan tim dalam melewati setiap tahapan seleksi yang alot, mulai dari babak penyisihan berkas, presentasi karya di hadapan dewan juri ahli, hingga tahap finalis. Dengan keberhasilan di ajang OLIVIA XI 2026 ini, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga semakin memperkokoh komitmennya untuk terus memfasilitasi minat, bakat, serta riset terapan para mahasiswa. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak lagi inovator muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan praktis yang tinggi demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Post navigation Kementrian Pertanian RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya Salurkan Beras untuk 495 Keluarga Membutuhkan Ajang JEMARI 2026 Kembali Hadir, Dorong Budaya Literasi Digital dan Daya Kritis Pelajar di Tengah Arus Informasi Viral