SURABAYA — Di era keterbukaan informasi yang bergerak sedemikian pesat, tantangan terbesar dunia pendidikan bukan lagi sekadar kemudahan mengakses data, melainkan bagaimana membentuk daya kritis generasi muda dalam menyaring setiap informasi. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, kompetisi nasional Jejak Emas Mahasiswa Lintas Karsa (JEMARI) 2026 secara resmi kembali digelar. Memasuki usahanya yang berkelanjutan dalam membina potensi akademis, tahun ini JEMARI mengusung tema bernas yang sangat relevan dengan realitas sosial terkini: ‘Generasi Kritis di Era Viral: Literasi Digital dan Kesadaran Sosial’.

Ajang JEMARI 2026 dirancang sebagai wadah adu gagasan dan penyaluran ide-ide kontruktif bagi para pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Melalui kompetisi ini, para peserta diajak untuk melatih ketajaman analisis, berpikir metodologis, serta merumuskan pemikiran kritis kritis terhadap berbagai fenomena sosial, pergeseran budaya, hingga derasnya arus disinformasi yang sering kali mewarnai ruang publik media sosial saat ini.

Ketua Penyelenggara JEMARI 2026 mengungkapkan bahwa pemilihan tema ‘Generasi Kritis di Era Viral’ merupakan wujud kepedulian akademis terhadap perilaku konsumsi media masyarakat modern, khususnya para remaja dan mahasiswa. ‘Fenomena viralitas saat ini kerap mendikte persepsi publik tanpa melalui proses konfirmasi yang matang. Kami ingin mendorong para pelajar dan mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton atau konsumen pasif, melainkan menjadi agen literasi yang mampu memberikan edukasi, analisis berbasis data, serta pencerahan bagi lingkungan sekitar,’ tegasnya.

Pada gelaran tahun ini, JEMARI 2026 berfokus pada Kategori Lomba Esai. Format perlombaan dirancang secara berkelompok atau tim, di mana setiap kelompok terdiri dari maksimal tiga orang peserta. Format tim ini disengaja untuk membangun semangat kolaborasi, diskusi interaktif, serta pengasahan sudut pandang yang komprehensif dalam menyusun sebuah karya tulis ilmiah-populer.

Keterbukaan akses ajang ini terlihat dari jenjang kepesertaan yang sangat luas. JEMARI 2026 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi peserta dari dua tingkatan utama, yaitu kelompok Siswa Aktif SMA/SMK/MA Sederajat serta Kelompok Mahasiswa Aktif dari jenjang Diploma (D1-D4) hingga Sarjana (S1) di seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia. Penggabungan dua jenjang kepesertaan ini diharapkan mampu memantik semangat berprestasi sejak dini di tingkat sekolah menengah sekaligus mempererat sinergi pemikiran antara pelajar dan mahasiswa.

Untuk menjaga kohesi dan keterlibatan komunitas dalam ekosistem digital, panitia menetapkan beberapa mekanisme dan persyaratan umum yang cukup dinamis namun mudah dipenuhi oleh peserta. Setiap tim yang mendaftar diwajibkan melampirkan bukti telah mengikuti (follow) akun Instagram resmi kompetisi di @jemari_2026. Selain itu, para anggota tim juga diharuskan mengunggah bukti pembuatan dan pengunggahan Twibbon resmi JEMARI 2026 pada akun media sosial pribadi masing-masing sebagai bentuk dukungan atas gerakan literasi digital ini.

Kompetisi Esai JEMARI 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang berburu trofi atau sertifikat sem semata, melainkan menjadi inkubator pemikiran kritis yang dapat memberikan sumbangsih nyata berupa rekomendasi solusi atas persoalan literasi media di Indonesia. Pendaftaran dan penyerahan berkas karya tulis diperkirakan akan menyedot antusiasme ribuan peserta dari berbagai penjuru wilayah nusantara.

Bagi para pelajar dan mahasiswa yang ingin mengambil bagian dalam pergerakan intelektual ini, informasi lengkap mengenai jadwal pendaftaran, petunjuk teknis penulisan esai, hingga kriteria penilaian dapat diakses langsung melalui kanal resmi panitia di Instagram @jemari_2026. Persiapkan tim terbaik Anda dan jadilah bagian dari jejak emas generasi kritis Indonesia!

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *