SURABAYA – Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya resmi membuka perhelatan ilmiah bergengsi bertajuk 9th International Conference on Fisheries and Marine Sciences (INCOFIMS) pada Rabu (2/9/2026). Agenda internasional ini digelar secara kolaboratif bersamaan dengan 7th International Conference on Biotechnology and Food Science (INCOBIOFS). Konferensi internasional yang diselenggarakan di Surabaya ini menghadirkan ratusan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, hingga Pakistan. Forum ini memfokuskan pembahasan pada inovasi sektor akuakultur, bioteknologi laut, serta strategi mitigasi atas krisis keanekaragaman hayati dan perubahan iklim global. Dekan FPK UNAIR, Prof. Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., M.P., menyatakan bahwa kolaborasi pakar lintas negara ini merupakan langkah krusial untuk menjawab tekanan krisis lingkungan terhadap ekosistem laut. Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. nat. techn. Muhamad Nur Ghoyatul Amin, S.T.P., M.P., M.Sc., menambahkan bahwa luaran riset para peserta akan dikawal hingga tahap publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi, termasuk jurnal FPK UNAIR yang terindeks Scopus Q2. Melalui gelaran konferensi internasional ini, Kota Surabaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan riset dan pengembangan teknologi kelautan bereputasi di kawasan Asia Tenggara. Post navigation Mahasiswa Baru Vokasi UNAIR Ikuti Orientasi Laskar Vokasi 2026 di ACC Surabaya Mahasiswa FPK UNAIR Surabaya Sabet Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Jamur Ikan Asin