Jakarta — Kondisi Febiona Purba (16), siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya menjadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali mendapat perhatian. Sempat disebut mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan, hasil pemeriksaan terbaru di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menunjukkan kondisi ingatan Febiona dalam keadaan baik.

Dokter yang menangani Febiona di RSCM menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap kemampuan memorinya tidak menunjukkan gangguan. Pemeriksaan tersebut mencakup memori jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) juga tidak menunjukkan adanya gangguan.

“Pada saat saya periksa saat ini, ananda ingatannya sangat baik,” ujar dokter Setyo Handryastuti dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Dokter Tjhin Wiguna yang turut menangani Febiona juga menjelaskan bahwa siswi tersebut masih mampu mengingat kejadian-kejadian yang dialaminya sebelumnya. Temuan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya muncul informasi mengenai dugaan gangguan ingatan yang dialami Febiona.

Sempat Disebut Tidak Mengenali Keluarga dan Teman

Sebelumnya, keluarga Febiona menyampaikan bahwa kondisi putrinya mengalami perubahan setelah menjalani perawatan akibat sakit yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.

Ibu Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengatakan putrinya sempat mengalami kejang setelah menjalani perawatan awal. Setelah itu, keluarga melihat adanya perubahan dalam kemampuan Febiona mengenali orang-orang di sekitarnya.

Febiona disebut sempat tidak mengenali beberapa anggota keluarga maupun teman sekolah yang datang menjenguknya. Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa siswi tersebut mengalami gangguan ingatan.

Kabar mengenai kondisi Febiona kemudian mendapat perhatian publik karena sebelum sakit, ia dikenal sebagai siswi berprestasi dan aktif dalam kegiatan sekolah.

Berawal dari Dugaan Keracunan MBG

Kondisi kesehatan Febiona bermula pada 13 Agustus 2026. Saat itu, ia mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis di sekolahnya di Kabupaten Karo.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, Febiona mulai merasakan sejumlah keluhan kesehatan. Kondisinya kemudian memburuk setelah tiba di rumah hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Febiona sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Dalam proses pemulihan, ia juga mengalami kejang dan beberapa gangguan kesehatan lainnya sehingga harus menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasus tersebut terjadi di tengah insiden dugaan keracunan MBG yang berdampak pada ratusan siswa di Kabupaten Karo. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, gatal-gatal hingga lemas.

Keterkaitan Gangguan Kesehatan dengan MBG Masih Dikaji

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga menyatakan bahwa hubungan antara kondisi gangguan ingatan Febiona dengan konsumsi MBG belum dapat dipastikan. Febiona masih menjalani penanganan dan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyebab kondisi kesehatannya.

Dengan adanya hasil pemeriksaan terbaru di RSCM, informasi mengenai kondisi ingatan Febiona kini mengalami perkembangan. Dokter menyatakan kemampuan memorinya dalam kondisi baik berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan.

Meski demikian, kasus dugaan keracunan MBG di Karo masih menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa. Pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan para korban serta evaluasi terhadap penyelenggaraan program MBG menjadi bagian penting untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Untuk saat ini, kondisi Febiona terus dipantau oleh tim medis. Hasil pemeriksaan terbaru memberikan perkembangan berbeda dari informasi sebelumnya mengenai dugaan gangguan ingatan yang dialaminya.

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *