SURABAYA – Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional dengan meraih medali perunggu (bronze medal) dalam ajang MJIIX International Research and Innovation Competition (MJIIX IRIC) di Universitas Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur. Tim yang beranggotakan Chelsea Hani Marcelia Sundawa, Istirarosa Artisa Putra, dan Ratu Zahra Angelita dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), serta Naila Fatin Afifah dari Fakultas Vokasi ini sukses membawa karya inovatif berupa paving block ramah lingkungan. Capaian ini terasa kian istimewa karena karya mereka mampu bersaing langsung dalam satu kategori kompetisi dengan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari mahasiswa magister, doktor, hingga dosen dan praktisi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Gagasan pembuatan paving block ini berangkat dari keprihatinan tim terhadap kondisi infrastruktur jalan di daerah Tuban yang rusak, becek, dan sering tergenang air. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sekaligus mengurangi sampah lingkungan, tim mengembangkan paving block dengan memanfaatkan limbah tepung cangkang kerang kapah dan tulang ikan sebagai bahan pengganti sebagian semen, serta menambahkan alginat sebagai bahan perekat (binder). Formulasi ini tidak hanya berhasil mengurangi penggunaan semen konvensional hingga sepertiga bagian, tetapi juga menjadi jalan keluar dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah perikanan lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

Mengusung konsep zero waste dan efisiensi biaya, bahan baku kerang dan tulang ikan diperoleh secara gratis dari pedagang pasar lokal. Dalam proses pembuatannya, bahan baku dibersihkan, dikeringkan pada suhu 100 derajat Celsius, lalu dihaluskan dengan grinder. Salah satu tahapan krusial yang dilakukan adalah proses kalsinasi pada tepung tulang ikan untuk menghilangkan aroma amis khas ikan, sehingga menghasilkan material pengganti semen yang netral dan kokoh. Berdasarkan pengujian di laboratorium, paving block buatan tim UNAIR ini terbukti mampu mengering dan mengeras dengan padat hanya dalam waktu tiga hari.

Pencapaian di tingkat internasional ini membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan limbah mampu bersaing di panggung global. Bagi Chelsea dan rekan-rekannya, penghargaan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pemacu semangat untuk terus melakukan riset. Ke depannya, tim UNAIR berharap inovasi paving block ramah lingkungan ini tidak hanya berhenti sebagai karya kompetisi, melainkan dapat diproduksi secara luas dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan infrastruktur masyarakat.

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *