Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) berkomitmen untuk mendorong hasil riset dosen dan mahasiswanya agar tidak sekadar menjadi dokumen akademis, melainkan bertransformasi menjadi produk inovatif yang bernilai guna bagi industri dan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran The 8th International Conference on Vocational Innovation & Applied Sciences (ICVIAS) 2026. Mengusung tema Apprenticeship Solutions, forum internasional ini dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026) di ASEEC Tower, Surabaya, serta dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga praktisi.

Secara keseluruhan, konferensi ini melibatkan puluhan presenter dan peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Ketua Pelaksana ICVIAS 2026, Nove Eka Variant Anna, mencatat setidaknya ada 37 partisipan internasional serta puluhan pemapar asal Indonesia yang mempresentasikan makalah maupun poster ilmiah. Fakultas Vokasi UNAIR sendiri berhasil meloloskan sekitar 20 poster dan 7 paper hasil seleksi ketat untuk dipublikasikan dalam ajang bergengsi ini.

Fokus utama ICVIAS 2026 adalah mengakselerasi hilirisasi riset menuju komersialisasi produk terapan. Menurut Nove, penelitian terapan vokasi harus mampu menghasilkan purwarupa yang relevan dengan kebutuhan pasar dan industri. Guna memperkuat langkah tersebut, rangkaian acara ini juga dilengkapi dengan lokakarya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan paten, sekaligus menjadi ajang pembentukan jejaring kolaborasi internasional dalam hal riset bersama maupun mobilitas mahasiswa di masa depan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Departemen Teknik Fakultas Vokasi UNAIR bertindak sebagai tuan rumah. Bidang keahlian yang terlibat meliputi Teknologi Informasi, Teknik Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, hingga D4 Kearsipan dan Informasi Digital. Dekan Fakultas Vokasi UNAIR, Prof. Dian Yulie Reindrawati, menjelaskan bahwa orientasi utama riset kali ini berfokus pada penyediaan solusi kerja (work-ready solutions) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Berbagai inovasi berbasis AI, pemrosesan big data, hingga teknologi kesehatan turut dipamerkan dalam ajang tersebut. Beberapa karya nyata yang dipresentasikan antara lain sistem pemindai dokumen untuk verifikasi keaslian, alat pemantau kondisi kesehatan, hingga purwarupa sistem antrean transportasi dan pemesanan tiket. Melalui gelaran ini, Fakultas Vokasi UNAIR berharap seluruh inovasi berbasis teknologi yang dihasilkan dapat terus dikembangkan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi publik secara luas.

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *