SURABAYA — Kementerian Akademik, Riset, dan Pengembangan Prestasi (Akpres) BEM Vokasi kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan iklim akademis kampus melalui penyelenggaraan agenda tahunan bertajuk Seminar dan Workshop Vokasi Riset Fest 2026. Acara yang mengusung tema sentral “Find your problem, Create your solution” ini diselenggarakan secara intensif dengan merangkul ratusan mahasiswa dari berbagai program studi vokasi yang memiliki ketertarikan tinggi dalam dunia penelitian dan penulisan karya ilmiah.

Pelaksanaan Vokasi Riset Fest 2026 ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan budaya riset serta literasi ilmiah di tingkat perguruan tinggi, khususnya pada pendidikan vokasi yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan praktis. Melalui kolaborasi antara narasumber akademisi, praktisi riset, dan pengurus kementerian, rangkaian acara ini dikemas secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan serta hambatan awal yang sering dihadapi mahasiswa saat hendak memulai penulisan karya tulis ilmiah. Dalam sambutannya saat membuka acara, pihak perwakilan BEM Vokasi menegaskan bahwa keterampilan menulis karya ilmiah tidak hanya berguna sebagai syarat formalitas akademis atau penyelesaian tugas akhir belaka, melainkan merupakan fondasi utama dalam melatih logika berpikir yang sistematis, analitis, dan solutif. Oleh karena itu hadirnya Vokasi Riset Fest 2026 diharapkan dapat mengikis stigma bahwa kegiatan riset dan kepenulisan merupakan hal yang kaku, rumit, serta membosankan bagi mahasiswa.

Materi yang disajikan dalam seminar dan workshop ini dirancang secara berjenjang guna memfasilitasi peserta dari berbagai tingkatan pemahaman. Sesuai dengan tema yang diusung, fokus utama pelatihan terbagi ke dalam dua pilar mendasar: bagaimana menemukan masalah (find your problem) dan bagaimana merumuskan solusi (create your solution), para peserta dibimbing untuk memetakan isu-isu strategis, fenomena sosial, serta permasalahan industri riil yang relevan dengan disiplin keilmuan masing-masing. Selanjutnya para pemateri memberikan panduan teknis mendalam mengenai metodologi penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang ideal. Materi tersebut mencakup teknik merumuskan latar belakang masalah yang kuat, penyusunan kerangka berpikir yang logis, penggunaan metode penelitian yang tepat, hingga tata cara sintesis literatur serta kutipan agar terhindar dari tindakan plagiarisme. Tidak hanya sebatas teori, para peserta juga langsung diajak melakukan simulasi praktis dalam sesi workshop, di mana mereka berlatih menyusun draf ringkasan gagasan ilmiah dan mendiskusikannya secara interaktif bersama para fasilitator.

Kementerian Akpres berharap agar seluruh materi, panduan, dan pengalaman yang telah dibagikan selama Vokasi Riset Fest 2026 tidak berhenti hanya pada saat acara selesai. Sebaliknya, seluruh bekal tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan, panduan praktis, serta rujukan jangka panjang dalam proses belajar kepenulisan mandiri maupun kelompok. Dengan adanya pemahaman yang komprehensif mengenai kaidah riset yang benar, mahasiswa vokasi diharapkan dapat lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi penulisan ilmiah berskala nasional maupun internasional, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN), serta publikasi pada jurnal-jurnal bereputasi.

Antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi sepanjang berlangsungnya acara. Diskusi interaktif yang mewarnai sesi tanya jawab menunjukkan betapa besarnya rasa ingin tahu mahasiswa untuk menggali lebih dalam strategi menembus pendanaan riset dan meraih prestasi di bidang penulisan. Ke depan, Kementerian Akademik, Riset, dan Pengembangan Prestasi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pendampingan kelanjutan agar embrio gagasan ilmiah yang telah lahir dari Vokasi Riset Fest 2026 ini dapat direalisasikan menjadi karya ilmiah utuh yang membanggakan dan bermanfaat luas bagi masyarakat.

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *