SURABAYA – Prestasi gemilang di kancah sains internasional kembali diraih oleh peneliti muda asal Kota Pahlawan. Nindria Risdiani Safitri, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, berhasil menyabet penghargaan 2nd Best Oral Presentation pada kategori Food Biotechnology, Safety, and Functional Foods dalam ajang 7th International Conference on Biotechnology and Food Sciences (INCOBIFS) 2026 yang digelar di ASEEC Tower UNAIR Surabaya, Kamis (3/9/2026).

Melalui riset tim bertajuk Green Synthesis of Silver Nanoparticles employing of Aspergillus sp. From dry-salted fish, Nindria bersama anggota timnya, Shevi Salsabila dan Nizar Abiddin, berhasil memanfaatkan jamur Aspergillus parasiticus dari rebon asin untuk menghasilkan nanopartikel perak (AgNPs) secara ramah lingkungan. Penelitian yang berada di bawah bimbingan Heru Pramono, S.Pi., M.Biotech., Ph.D. ini menawarkan alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Hasil pengujian laboratorium membuktikan bahwa nanopartikel perak dari jamur ikan asin tersebut memiliki aktivitas antibakteri kuat terhadap empat jenis bakteri patogen, yaitu Pseudomonas sp., Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus sp. Temuan inovatif mahasiswa FPK UNAIR ini berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai material kemasan pangan ramah lingkungan serta bahan desinfektan alami.

Capaian positif ini tidak hanya harum di tingkat universitas, tetapi juga membuktikan kualitas kapasitas riset bioteknologi mahasiswa Surabaya dalam bersaing di forum ilmiah internasional.

By wita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *