Perkembangan pesat di bidang teknologi serta kompleksitas kebutuhan masyarakat mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang berorientasi pada solusi nyata. Guna menjawab tantangan tersebut, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar International Conference on Vocational Innovation and Applied Sciences (ICVIAS) 2026. Acara yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Majapahit Hall, ASEEC Tower, Kampus B UNAIR ini menjadi sarana perjumpaan para peneliti dan akademisi lintas negara untuk memperluas wawasan dan memicu kolaborasi riset yang berdampak pada industri maupun masyarakat. Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan UNAIR, Dr. Maftuchah Rochmanti, dr., M.Kes., menggarisbawahi krusialnya kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi untuk memajukan riset terapan. Beliau menuturkan bahwa pesatnya arus digitalisasi dan otomasi telah mengubah kebutuhan dunia kerja secara signifikan. Oleh sebab itu, institusi vokasi dituntut untuk tidak sekadar mempersiapkan kelulusan mahasiswa agar siap kerja, melainkan juga mengasah keahlian mereka dalam memecahkan berbagai permasalahan nyata di lapangan. Konferensi internasional ini menjadi ajang bertukar gagasan dan best practice antarnegara melalui pemaparan sekitar 70 artikel ilmiah dan 45 poster. Berbagai partisipan yang hadir mempresentasikan karyanya, mencakup peneliti dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam. Melalui diskusi interaktif tersebut, para akademisi dapat membandingkan pendekatan riset mereka sekaligus mengeksplorasi potensi implementasi hasil penelitian di konteks lingkungan yang beragam. Dekan FV UNAIR, Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., M.M., Ph.D., menambahkan bahwa ICVIAS merupakan forum tahunan yang terus berbenah dan memperluas manfaatnya. Pada gelaran tahun ini, panitia menyelenggarakan lokakarya khusus publikasi ilmiah dengan menghadirkan editor jurnal terindeks Scopus. Sesi ini memberikan kesempatan berharga bagi para peserta untuk berkonsultasi langsung mengenai strategi penyusunan naskah berkualitas tinggi agar dapat menembus publikasi global. Tak hanya menitikberatkan pada luaran akademis berupa artikel ilmiah, ICVIAS 2026 juga melengkapinya dengan lokakarya mengenai pendaftaran paten. Melalui lokakarya paten tersebut, para peneliti dibimbing untuk mengubah luaran riset menjadi produk inovatif berbasis kebutuhan industri. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh jejaring riset antarnegara sekaligus menghasilkan invensi applied science yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. Post navigation ICVIAS 2026 Fakultas Vokasi UNAIR Pamerkan Inovasi AI dan Big Data, Dorong Hasil Riset Masuk Industri Perkuat Sinergi Antarkampus, HIMA D-III Perpajakan UNAIR Gelar Campus Visit Bersama UPN “Veteran” Jawa Timur