SURABAYA — Isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan hidup semakin menjadi perhatian krusial di ranah global maupun nasional. Menjawab tantangan besar tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga melalui Kementerian Lingkungan Hidup secara resmi meluncurkan ajang kompetisi tingkat nasional bertajuk Ecological for Sustainability (ESS) 2026. Program bertema “Lead the Change, Save the Future!” ini dirancang khusus sebagai panggung aksi nyata dan laboratorium gagasan kreatif bagi mahasiswa serta generasi muda di seluruh Indonesia. Kompetisi nasional ini hadir sebagai sarana edukasi sekaligus wadah penyaluran daya kritis kaum muda. Universitas Airlangga meyakini bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat sosial, melainkan juga harus tampil sebagai pilar utama pembawa perubahan (agent of change) dalam menjaga kelestarian bumi. Melalui ESS 2026, para peserta diajak untuk melatih pemikiran analitis, daya cipta visual, serta jiwa kewirausahaan berbasis keberlanjutan. Tiga Cabang Lomba Strategis bagi Mahasiswa Dalam penyelenggaraannya tahun ini, ESS 2026 membuka tiga cabang kompetisi utama yang dirancang untuk menguji pelbagai pilar keahlian akademik dan praktis para peserta: 1. Kategori Lomba InfografisKategori ini difokuskan pada pengolahan data saintifik dan isu lingkungan hidup yang kompleks menjadi karya visual yang menarik, informatif, dan komunikatif. Di tengah gempuran informasi digital, kemampuan menyajikan data rumit secara sederhana dan visual sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap darurat lingkungan. 2. Kategori Business PlanKategori ini menantang para pemuda untuk merancang ide dan model bisnis berkonsep hijau (green business). Inovasi bisnis yang diajukan tidak hanya wajib mengejar keberlanjutan ekonomi, tetapi juga harus memberikan dampak positif langsung bagi ekosistem serta memiliki potensi implementasi yang terukur di dunia nyata. 3. Kategori Policy BriefKategori ini ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap ranah tata kelola dan hukum lingkungan. Peserta dituntut untuk menyusun rancangan rekomendasi kebijakan berbasis riset mendalam. Formulasi kebijakan ini diharapkan mampu memberikan masukan strategis bagi pemangku kepentingan dalam mengatasi dilema lingkungan hidup. Membentuk Karakter Kepemimpinan Keberlanjutan Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup BEM Unair menyampaikan bahwa ESS 2026 disusun bukan semata-mata sebagai ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini didesain sebagai proses pembelajaran komprehensif bagi generasi muda. Melalui kompetisi ini, peserta akan terbiasa mengidentifikasi masalah lingkungan secara sistematis, mencari akar penyebabnya, dan memformulasikan solusi inovatif yang realistis. “Generasi muda memiliki kekuatan besar dalam membawa perubahan positif. Kami berharap ESS 2026 dapat menjadi pemicu munculnya gagasan-gagasan segar yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi sanggup memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar perwakilan BEM Unair dalam keterangan tertulisnya. Akses Luas dan Pendaftaran Terbuka Kompetisi ESS 2026 terbuka bagi seluruh mahasiswa dan kaum muda Indonesia yang berdomisili di berbagai daerah. Panitia penyelenggara telah menyiapkan sistem pendaftaran dan seleksi yang akuntabel guna memastikan seluruh gagasan yang masuk dinilai oleh dewan juri ahli secara objektif. Dengan dibukanya pendaftaran resmi ESS 2026, Kementerian Lingkungan Hidup BEM Universitas Airlangga mengundang seluruh akademisi muda untuk bersiap, membentuk tim terbaik, dan menyumbangkan gagasan terbaik mereka demi keberlanjutan bumi. Informasi lebih detail mengenai panduan teknis, linimasa pendaftaran, serta mekanisme penyerahan karya dapat diakses secara berkala melalui saluran informasi resmi BEM Unair. Post navigation Ajang JEMARI 2026 Kembali Hadir, Dorong Budaya Literasi Digital dan Daya Kritis Pelajar di Tengah Arus Informasi Viral Keren Abis! Tiga Prodi Vokasi UNAIR Jalani Asesmen AUN-QA Buat Kantongi Pengakuan ASEAN