Siapa bilang urusan peternakan itu kuno dan gitu-gitu aja? Kolaborasi dosen dan mahasiswa dari Prodi D4 Teknologi Veteriner Fakultas Vokasi UNAIR baru aja ngebuktiin kalau teknologi canggih juga bisa masuk kandang! Lewat program pengabdian masyarakat di Desa Lawanganagung, Lamongan (16/8/2026), mereka ngenalin inovasi super keren bernama laserpunktur buat ngebantu Kelompok Ternak Sidomakmur.

Gini ceritanya, para peternak sapi potong di sana sering pusing karena sapi mereka ngalamin “silent heat” alias berahi tenang, jadi susah ditebak kapan waktu yang pas buat dikawinkan. Nah, Dr. Miyayu Soneta Sofyan dan tim bawa solusi alat laser berdaya rendah yang ditembakkan ke titik akupunktur sapi. Kerennya lagi, metode ini nggak pakai hormon buatan dan sama sekali nggak bikin sapinya kesakitan!

Nggak cuma dosen yang unjuk gigi, dua mahasiswa kece, Pandu Dwi Prasetyo dan Nur Alifia Saifatul Firda, juga ikut terjun langsung lewat program MBKM. Mereka bantuin peternak ngenalin gejala berahi sampai ngurusin administrasi kegiatan. Selain main laser, peternak juga diajarin bikin pakan fermentasi dari tebon jagung sama Dr. Siti Eliana Rochmi, dan diajarin cara nyatet pembukuan usaha ternak yang rapi sama Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum. Sinergi bareng Dinas Peternakan Lamongan ini sukses banget ngebuka wawasan warga biar usaha peternakan mereka makin cuan dan mandiri!

By aldo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *