DPRD Jatim Siapkan Rapat Tindak Lanjut Tuntutan Buruh

Aksi peringatan Hari Buruh atau May Day di depan Kantor DPRD Jawa Timur, Jumat (1/5/2026), berakhir damai setelah perwakilan dewan menemui massa. Demonstrasi tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi buruh terkait perlindungan kerja, jaminan sosial, dan kebijakan ketenagakerjaan.

Massa buruh mulai mendatangi area Kantor DPRD Jatim sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi sempat tertunda akibat hujan deras yang mengguyur Surabaya. Demonstrasi kemudian dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan dua mobil komando.

Sejumlah peserta aksi membawa bendera, baliho, dan poster berisi tuntutan. Beberapa pesan yang terlihat antara lain “Perlawanan Ini Belum Selesai”, “Tuntaskan Pelanggaran HAM”, dan “Perhatikan Kesejahteraan Buruh Honorer”.

Massa Minta Ditemui DPRD

Puluhan aparat kepolisian berjaga di depan pintu gerbang Kantor DPRD Jatim. Kawat berduri juga terpasang sebagai bagian dari pengamanan aksi. Meski demikian, demonstrasi berlangsung terkendali hingga massa membubarkan diri.

Dalam orasinya, perwakilan buruh menegaskan bahwa massa tidak akan meninggalkan lokasi sebelum ditemui anggota DPRD Jatim. Aspirasi utama yang disampaikan berkaitan dengan nasib buruh yang dinilai masih menghadapi persoalan upah, status kerja, dan perlindungan sosial.

“Pantang mundur sebelum ditemui. Jangan mau terus-terusan diperbudak,” ujar salah seorang orator dari atas mobil komando.

Orator tersebut juga menyoroti kondisi buruh yang telah bekerja bertahun-tahun, tetapi masih menerima upah rendah. Massa menilai kesejahteraan pekerja perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan wakil rakyat.

Delapan Tuntutan Akan Dibahas

Sekitar pukul 16.00 WIB, Anggota Komisi A DPRD Jatim, Yordan M. Batara Goa, menemui massa aksi. Yordan duduk bersama peserta demonstrasi dan mendengarkan sejumlah tuntutan yang disampaikan.

Yordan menjelaskan bahwa tidak semua tuntutan berada dalam kewenangan DPRD Jatim. Namun, beberapa isu akan dikaji kembali bersama perangkat daerah dan dinas terkait.

Sejumlah tuntutan yang akan dibahas meliputi jaminan kesehatan buruh melalui BPJS Kesehatan, penghapusan sistem outsourcing, pencegahan PHK massal, pembayaran pesangon, dan pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, massa juga menyampaikan aspirasi terkait sistem MBG, sekolah rakyat, serta koperasi desa atau kelurahan.

“Semua itu akan ditemui dan ditindaklanjuti langsung melalui rapat bersama,” kata Yordan.

DPRD Jatim berencana menggelar rapat tindak lanjut pada Selasa, 5 Mei 2026. Rapat tersebut akan melibatkan perangkat daerah, dinas terkait, dan perwakilan kelompok pekerja, termasuk unsur pengemudi daring.

Setelah mendapat respons dari perwakilan DPRD Jatim, massa buruh membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB. Aksi ditutup dengan bernyanyi bersama sambil memutari mobil komando. Demonstrasi Hari Buruh di Surabaya juga berlangsung di depan Kantor Gubernur Jatim dan Gedung Grahadi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *