Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan 8 Rumah Pompa Baru
METRO SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menambah delapan rumah pompa baru pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian banjir dan genangan di berbagai wilayah kota. Pembangunan ditargetkan rampung sebelum musim hujan tiba.
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita, mengatakan delapan rumah pompa itu akan dibangun di sejumlah titik strategis. Dari total proyek tersebut, enam di antaranya telah menyelesaikan proses lelang, sementara dua lainnya masih dalam tahap pengadaan.
“Yang masih proses lelang berada di kawasan Gereja Bethany dan Jalan Panjang Jiwo. Selebihnya sudah selesai,” ujar Adi dal keterangannya yang dikutip, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Adi, proyek pembangunan ditargetkan mulai dikerjakan pada bulan ini setelah proses lelang tuntas. Pemkot Surabaya menargetkan seluruh rumah pompa dapat selesai pada Oktober 2026 agar siap beroperasi sebelum curah hujan meningkat.
“Kita harapkan semuanya selesai sebelum musim hujan datang,” katanya.
Adi menjelaskan, spesifikasi teknis rumah pompa tahun ini tidak banyak berubah dibanding pembangunan tahun sebelumnya. Namun, Pemkot memberi perhatian khusus pada rekam jejak kontraktor pelaksana.
Kontraktor yang masuk daftar hitam akibat keterlambatan proyek rumah pompa tahun lalu dipastikan tidak dapat mengikuti lelang tahun ini. Menurut Adi, terdapat dua kontraktor yang sebelumnya menangani proyek rumah pompa di Jalan Ahmad Yani dan Tengger Kandangan yang kini diblokir dari proses pengadaan.
“Kontraktor yang sudah di-blacklist tahun lalu tidak bisa ikut lagi dalam pengadaan,” tegasnya.
Penambahan rumah pompa ini menjadi salah satu langkah Pemkot Surabaya memperkuat sistem drainase kota, terutama untuk mengurangi risiko genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
