Ashanti Buktikan Usia Bukan Penghalang untuk Terus Belajar

Hari ini, artis sekaligus penyanyi ternama Indonesia, Ashanty menjalani sidang terbuka disertasi program doktor di Pascasarjana Universitas Airlangga. Disertasi yang diangkat berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia.”

Topik yang dibahas Ashanti dinilai relevan dengan kondisi industri musik saat ini yang terus berkembang mengikuti arus digitalisasi. Melalui penelitiannya, Ashanti menyoroti bagaimana para musisi dari generasi Baby Boomers dan Generasi X ternyata tidak sepenuhnya tertinggal oleh perkembangan zaman.

Dalam pemaparannya, Ashanti menyampaikan bahwa banyak anggapan yang mengira musisi generasi lama menyerah terhadap modernisasi teknologi. Namun menurutnya, kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

“Baby boomers yang dirasa menyerah dengan modernisasi, justru mereka para musisi baby boomers tetap mengikuti dan adaptif terhadap modernisasi teknologi masa sekarang ini,” ungkap Ashanti dalam sidang terbukanya.

Ia juga memberikan pesan kepada para musisi dan pelaku industri kreatif agar tidak takut menghadapi perubahan teknologi. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan digital sangat penting, tetapi kreativitas sebagai identitas seorang musisi tetap harus dipertahankan.

“Tetap harus adaptif dengan modernisasi, tetapi kreativitas dari para musisi ini jangan dihilangkan.”

Penelitian ini sekaligus menjadi gambaran bahwa transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kemampuan manusia untuk terus belajar dan berkembang mengikuti perubahan zaman.

Tak hanya isi disertasinya yang menarik perhatian, perjuangan Ashanti dalam menempuh pendidikan doktor juga menjadi inspirasi tersendiri. Di usia 43 tahun, ia membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Kesibukan sebagai publik figur, ibu, dan pelaku industri hiburan tidak menjadi penghalang baginya untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.

Langkah Ashanti ini menjadi motivasi bagi banyak orang bahwa pendidikan adalah proses sepanjang hayat. Usia, pekerjaan, maupun kesibukan bukan alasan untuk berhenti berkembang dan mengejar ilmu pengetahuan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *